Annyeong semua para Blovers dimanapun kalian berada.. Gak berasa
yaa kita sekarang udh hampir memasuki bulan Agustus 2018.. Hari, bulan, tahun berputar begitu sangat
cepat sehingga membuat daku melupakan update
postingan terbaru untuk para Blovers.. So
sorry chingu L Di postingan akhir Juli 2018 kali ini daku mau kasih ulasan
drama Korea Call Me Mother yang tayang
mulai Januari hingga Maret 2018. Awalnya Tanpa lihat rating, tanpa rekomendasi,
tanpa baca sinopsis,daku ga sengaja dan iseng aja download nih drama. Hanya dengan ngeliat judul doang ngerasain
dengan intuisi kalo nih drama sangat bagus buat ditonton. Dan ternyata booom bener
banget drama nya bikin hati nyess mewek semewek nya sekaligus bikin excited pas
ending nya. Saking excited nya bikin
hati tergerak harus kasih ulasan tentang drama yang bergenre super mellow,
melankolis serta mendayu-dayu. Uluh-uluh jangan lupa siapin stok tisu yang banyak ya
dirumah :’( :D
Siapapun yang menonton dijamin pasti sedih dan terharu
menyaksikan seorang bocah lucu bernama asli Kim Hye Na yang berusia 8 tahun yang ditelantarkan dan diperlakukan dengan
kasar secara berulang-ulang di setiap hari nya oleh ibu kandung nya yang
merupakan seorang single parent. Dan
yang bikin terharu nya lagi si bocah ini memiliki hati yang suci, ia tidak
pernah membalas sedikit pun perlakukan kasar dari ibu nya, justru malah ia
selalu berpihak pada Ibu nya kala Polisi dan Komnas anak mencurigai adanya
perlakuan kasar yang dilakukan Ibu nya. Yang pada akhirnya kesabaran dan ketulusan
hati si bocah kecil Hye Na membuat takdir hidup nya berubah kala dipertemukan
dengan seorang guru bidang studi peneliti burung yang berparas cantik namun
dibalik wajahnya yang indah tersimpan luka batin antara hubungan nya dengan
kedua Ibu nya. Dengan keadaan nya itu ia selalu memancarkan kepribadian yang
dingin, mandiri, penyendiri dan idealis.
Pertemuan diantara siswi dan guru yang bernama Soo Jin ini
diawali dengan Soo Jin yang selalu memperhatikan sesuatu yang janggal di
kehidupan Hye Na. Hye na yang tengah berada di sekolah selalu berpenampilan
lusuh dan kotor, membuatnya selalu menjadi bulan-bulanan teman sekelas nya. Hal
itu menarik perhatian guru Soo Jin untuk mengetahui kehidupan Hye Na lebih
dalam, sampai pada akhirnya Soo Jin menemukan Hye Na di malam hari yang dingin
berada didalam bungkusan karung yang digeletakkan dihalaman rumah layaknya
sampah. Itu semua adalah ulah Ibu kandung Hye Na beserta pacarnya yang sering
dipanggil Hye Na dengan sebutan Samchun (Paman). Sungguh betapa keji perbuatan
seorang Ibu kandung kepada darah daging sendiri yang tega melakukan perbuatan
bejat demi cinta nya kepada seorang pria bejat yang menjadi pacar sekaligus pasangan
serumah. Sungguh kasian melihat Hye Na malam itu.
Setelah kejadiaan mengharukan di malam itu Hye Na
mengungkapkan permintaan kepada burung-burung yang berterbangan di pagi hari
diatas langit cakrawala, ia mengungkapkan agar dapat dibawa terbang jauh sejauh
mungkin dengan membuang kejadian-kejadian yang menyakiti hatinya sekaligus mengobati
rasa trauma nya. Mengingat memiliki masa
lalu yang sama kelamnya bersama ibu kandung , membuat hati Guru Soo Jin dengan
segenap jiwa keibuaan nya tergugah untuk dapat mencurahkan kasih sayang sepanjang
masa kepada bocah unyuh, Kim Hye Na.
Tanpa banyak berpikir panjang, guru Soo Jin langsung membawa
Hye Na kabur secara diam-diam dari lingkungan serta Ibu kandung nya. Dengan membuat alibi bahwa
Hye Na telah meninggal dimakan ombak lautan.
Pagi itu Mereka langsung berencana terbang ke Negara Islandia, tempat
yang dianggap aman untuk mengamankan Hye Na dari kekerasan dalam bentuk verbal
maupun non verbal yang terus ditorehkan oleh Ibu kandung nya sendiri.
Sepanjang mereka dalam pelarian, guru Soo Jin menemui banyak
sekali masalah yang menghalangi sampai misteri yang akan terkuak, yakni, ia sengaja
minta bertemu dengan Ibu angkatnya yang sudah lama tidak bertemu hanya untuk
meminta uang sebesar 10 juta won, lalu ia bertemu dengan Ibu panti nya bernama
Miss Clara yang sudah tua rentah serta pikun, dan pada akhirnya misteri mengapa
dan siapa ibu kandung nya akhirnya terbongkar, ia tidak sengaja bertemu dengan
Ibu kandung nya yang dulu pernah menelantarkan nya dengan mengunci pinggang nya
dengan tali sepeda. Momen ia bertemu dengan Ibu kandung nya sangat tak terduga
sekaligus membuat ia marah dan kesal.
Seiring berjalan nya waktu ia dikenalkan oleh Ibu angkatnya
dengan seorang pria lajang, yang merupakan seorang dokter pribadi Ibu
angkatnya. Di dalam masa pelarian nya, si dokter tampan ini banyak membantu ia
dan Hye Na tanpa pamrih dan ikut campur. Daku berharap dokter baik hati ini
suatu saat bias berjodoh dengan guru Soo Jin yang sama baik hatinya. Beberapa
kali ditemukan sang dokter ingin mencuri hatinya, namun guru Soo Jin tidak
pernah menggubris perasaan sang dokter kepada nya. Uluh-uluh sayang sekali :’(
Setelah kurang lebih 3 bulan dari kaburnya Hye Na, Ibu
kandung Hye Na akhinya dipenjara selama 6 tahun atas tuduhan kekerasaan
terhadap anak dibawah umur, dan pacarnya yang keji itu juga akhirnya meninggal
dilahap api yang ia buat sendiri. Duh akhirnya ya kisah cinta dua sejoli keji berakhir dengan tragis. Huuuh
liat perilakunya kesel banget deh dengan dua orang ini gemes rasanya pengen nyubit
huhu.
Tidak sampai disitu, setelah berbulan-bulan polisi mengusut
masalah hilangnya Hye Na hingga polisi mencurigai guru Soo Jin, akhirnya kasus
pencarian anak hilang telah selesai, dan guru Soo Jin diadili dengan tuduhan
penculikan anak dibawah umur yang dijatuhkan hukuman bebas bersyarat tidak
menemui Hye Na selama 1 tahun 6 bulan. Cobaan lagi-lagi menghampiri ia yang
tidak boleh bertemu dan berkomunikasi dengan Hye Na yang ia anggap seperti anak
kandung nya sendiri bahkan lebih. Betapa hancurnya perasaan guru Soo Jin
mendengar hal itu.
Akhir dari kisah ini sangat mengharu biru dengan wafatnya ibu
angkat guru Soo Jin yang menderita kanker sejak lama, namun sekaligus membuat
legah dan bahagia, karena pada akhirnya guru Soo Jin resmi mengadopsi Hye Na
menjadi anak nya. Sejak ditinggalkan Ibu angkat nya Guru soo jin sudah berdamai
dengan masa lalu dan merasakan keutuhan kembali kepada ibu kandungnya, Keutuhan
tersebut sangat terasa lebih lengkap dengan hadirnya Hye Na yang sekarang telah
berganti nama menjadi Kim Yoon Book ditengah-tengah keluarga kecil mereka.
Tidak semua dari kita mampu menjadi seperti sosok seorang guru Soo Jin, yang memperjuangkan hak mencintai dan menyanyangi anak, yang notabene bukan anak kandung nya sendiri. I salute you, seonsangnim :). Teringat ungkapan kata cinta hye na yang amat daku sukai untuk guru Soo jin yang bikin tumpah air mata, yakni “Saranghae Eomma” (aku cinta Ibu), lalu guru Soo Jin membalas dengan mata yang berkaca-kaca seolah tidak tahan menahan haru, “Eomma du neoleul saranghae” (Ibu cinta kamu juga). Oh oh hati ini langsung bergetar mendengar nya, sungguh seserdahana itu :’)
Tidak semua dari kita mampu menjadi seperti sosok seorang guru Soo Jin, yang memperjuangkan hak mencintai dan menyanyangi anak, yang notabene bukan anak kandung nya sendiri. I salute you, seonsangnim :). Teringat ungkapan kata cinta hye na yang amat daku sukai untuk guru Soo jin yang bikin tumpah air mata, yakni “Saranghae Eomma” (aku cinta Ibu), lalu guru Soo Jin membalas dengan mata yang berkaca-kaca seolah tidak tahan menahan haru, “Eomma du neoleul saranghae” (Ibu cinta kamu juga). Oh oh hati ini langsung bergetar mendengar nya, sungguh seserdahana itu :’)
Drama call me mother
memberikan kita banyak sekali pelajaran bahwasannya cintailah buah hati mu
dengan penuh kasih sayang dan ketulusan. Sangat miris melihat fenomena dunia jaman
sekarang yang masih banyak sekali ditemukan orang tua atau Ibu yang belum siap mental
menjadi sosok seorang Ibu sejati. Penelantaran tindakan kasar yang kita berikan kepada sang
anak baik kekerasan yang bersifat verbal mapun non verbal, itu semua dapat memberikan
dampak kepada jiwa dan perilaku anak kedepan nya. Jadi hati-hati untuk para orang tua,
jika kalian mengharapkan dan menginginkan anak menjadi cerdas, ceria, sehat,
kreatif, serta berbudi luhur, maka kuncinya Cuma satu, sederhana saja, yaitu “Kasih
Sayang”. Apapun bentuknya jangan lupa selipkan kasih sayang di dalamnya agar
sang anak dapat merasakan hangatnya hati seorang Ibu. Untuk panduan mendidik
anak penuh cinta dan kasih bisa liat disini misshyojie.blogspot.com/2017/06/review-buku-ibok-happy-little-soul.html?m=1
Pelajaran ini berlaku juga untuk daku yang merupakan calon Ibu
agar suatu saat tidak pernah melupakan didikan dengan kasih sayang ^^. Setelah
baca ulasan diatas, gimana pengen nonton dan penasaran dengan ceritanya? Cuss
cap cuss langsung aja cekidoot nonton dan siapin tisu disamping anda karena dijamin
tiap episode nya bikin banjir air mata. Pokoknya melodrama yang sangat
rekomendasi deh dari Blokorea buat kalian para Blovers. Kata yang pas untuk keseluruhan
ulasan dari drama ini, yakni “Tidak semua wanita utuh, pantas menjadi Ibu”. JJJ




No comments:
Post a Comment