Sunday, 22 July 2018

Ulasan drama Korea “Call Me Mother” (Jangan beranak kalo belum berotak ya, Moms)



Annyeong semua para Blovers dimanapun kalian berada.. Gak berasa yaa kita sekarang udh hampir memasuki bulan Agustus 2018..  Hari, bulan, tahun berputar begitu sangat cepat sehingga membuat daku melupakan update postingan terbaru untuk para Blovers.. So sorry chingu L Di postingan akhir Juli 2018 kali ini daku mau kasih ulasan drama Korea Call Me Mother yang tayang mulai Januari hingga Maret 2018. Awalnya Tanpa lihat rating, tanpa rekomendasi, tanpa baca sinopsis,daku ga sengaja dan iseng aja download nih drama. Hanya dengan ngeliat judul doang ngerasain dengan intuisi kalo nih drama sangat bagus buat ditonton. Dan ternyata booom bener banget drama nya bikin hati nyess mewek semewek nya sekaligus bikin excited pas ending nya. Saking excited nya bikin hati tergerak harus kasih ulasan tentang drama yang bergenre super mellow, melankolis serta mendayu-dayu. Uluh-uluh  jangan lupa siapin stok tisu yang banyak ya dirumah :’( :D

Siapapun yang menonton dijamin pasti sedih dan terharu menyaksikan seorang bocah lucu bernama asli Kim Hye Na yang berusia 8 tahun yang ditelantarkan  dan diperlakukan dengan kasar secara berulang-ulang di setiap hari nya oleh ibu kandung nya yang merupakan seorang single parent. Dan yang bikin terharu nya lagi si bocah ini memiliki hati yang suci, ia tidak pernah membalas sedikit pun perlakukan kasar dari ibu nya, justru malah ia selalu berpihak pada Ibu nya kala Polisi dan Komnas anak mencurigai adanya perlakuan kasar yang dilakukan Ibu nya.  Yang pada akhirnya kesabaran dan ketulusan hati si bocah kecil Hye Na membuat takdir hidup nya berubah kala dipertemukan dengan seorang guru bidang studi peneliti burung yang berparas cantik namun dibalik wajahnya yang indah tersimpan luka batin antara hubungan nya dengan kedua Ibu nya. Dengan keadaan nya itu ia selalu memancarkan kepribadian yang dingin, mandiri, penyendiri dan idealis.

Pertemuan diantara siswi dan guru yang bernama Soo Jin ini diawali dengan Soo Jin yang selalu memperhatikan sesuatu yang janggal di kehidupan Hye Na. Hye na yang tengah berada di sekolah selalu berpenampilan lusuh dan kotor, membuatnya selalu menjadi bulan-bulanan teman sekelas nya. Hal itu menarik perhatian guru Soo Jin untuk mengetahui kehidupan Hye Na lebih dalam, sampai pada akhirnya Soo Jin menemukan Hye Na di malam hari yang dingin berada didalam bungkusan karung yang digeletakkan dihalaman rumah layaknya sampah. Itu semua adalah ulah Ibu kandung Hye Na beserta pacarnya yang sering dipanggil Hye Na dengan sebutan Samchun (Paman). Sungguh betapa keji perbuatan seorang Ibu kandung kepada darah daging sendiri yang tega melakukan perbuatan bejat demi cinta nya kepada seorang pria bejat yang menjadi pacar sekaligus pasangan serumah. Sungguh kasian melihat Hye Na malam itu.

Setelah kejadiaan mengharukan di malam itu Hye Na mengungkapkan permintaan kepada burung-burung yang berterbangan di pagi hari diatas langit cakrawala, ia mengungkapkan agar dapat dibawa terbang jauh sejauh mungkin dengan membuang kejadian-kejadian yang menyakiti hatinya sekaligus mengobati rasa trauma nya. Mengingat  memiliki masa lalu yang sama kelamnya bersama ibu kandung , membuat hati Guru Soo Jin dengan segenap jiwa keibuaan nya tergugah untuk dapat mencurahkan kasih sayang sepanjang masa kepada bocah unyuh, Kim Hye Na.

Tanpa banyak berpikir panjang, guru Soo Jin langsung membawa Hye Na kabur secara diam-diam dari lingkungan serta  Ibu kandung nya. Dengan membuat alibi bahwa Hye Na telah meninggal dimakan ombak lautan.  Pagi itu Mereka langsung berencana terbang ke Negara Islandia, tempat yang dianggap aman untuk mengamankan Hye Na dari kekerasan dalam bentuk verbal maupun non verbal yang terus ditorehkan oleh Ibu kandung nya sendiri.


Sepanjang mereka dalam pelarian, guru Soo Jin menemui banyak sekali masalah yang menghalangi sampai  misteri yang akan terkuak, yakni, ia sengaja minta bertemu dengan Ibu angkatnya yang sudah lama tidak bertemu hanya untuk meminta uang sebesar 10 juta won, lalu ia bertemu dengan Ibu panti nya bernama Miss Clara yang sudah tua rentah serta pikun, dan pada akhirnya misteri mengapa dan siapa ibu kandung nya akhirnya terbongkar, ia tidak sengaja bertemu dengan Ibu kandung nya yang dulu pernah menelantarkan nya dengan mengunci pinggang nya dengan tali sepeda. Momen ia bertemu dengan Ibu kandung nya sangat tak terduga sekaligus membuat ia marah dan kesal.


Seiring berjalan nya waktu ia dikenalkan oleh Ibu angkatnya dengan seorang pria lajang, yang merupakan seorang dokter pribadi Ibu angkatnya. Di dalam masa pelarian nya, si dokter tampan ini banyak membantu ia dan Hye Na tanpa pamrih dan ikut campur. Daku berharap dokter baik hati ini suatu saat bias berjodoh dengan guru Soo Jin yang sama baik hatinya. Beberapa kali ditemukan sang dokter ingin mencuri hatinya, namun guru Soo Jin tidak pernah menggubris perasaan sang dokter kepada nya. Uluh-uluh sayang sekali :’(

Setelah kurang lebih 3 bulan dari kaburnya Hye Na, Ibu kandung Hye Na akhinya dipenjara selama 6 tahun atas tuduhan kekerasaan terhadap anak dibawah umur, dan pacarnya yang keji itu juga akhirnya meninggal dilahap api yang ia buat sendiri. Duh akhirnya ya kisah cinta  dua sejoli keji berakhir dengan tragis. Huuuh liat perilakunya kesel banget deh dengan dua orang ini gemes rasanya pengen nyubit huhu.

Tidak sampai disitu, setelah berbulan-bulan polisi mengusut masalah hilangnya Hye Na hingga polisi mencurigai guru Soo Jin, akhirnya kasus pencarian anak hilang telah selesai, dan guru Soo Jin diadili dengan tuduhan penculikan anak dibawah umur yang dijatuhkan hukuman bebas bersyarat tidak menemui Hye Na selama 1 tahun 6 bulan. Cobaan lagi-lagi menghampiri ia yang tidak boleh bertemu dan berkomunikasi dengan Hye Na yang ia anggap seperti anak kandung nya sendiri bahkan lebih. Betapa hancurnya perasaan guru Soo Jin mendengar hal itu.

Akhir dari kisah ini sangat mengharu biru dengan wafatnya ibu angkat guru Soo Jin yang menderita kanker sejak lama, namun sekaligus membuat legah dan bahagia, karena pada akhirnya guru Soo Jin resmi mengadopsi Hye Na menjadi anak nya. Sejak ditinggalkan Ibu angkat nya Guru soo jin sudah berdamai dengan masa lalu dan merasakan keutuhan kembali kepada ibu kandungnya, Keutuhan tersebut sangat terasa lebih lengkap dengan hadirnya Hye Na yang sekarang telah berganti nama menjadi Kim Yoon Book ditengah-tengah keluarga kecil mereka.

Tidak semua dari kita mampu menjadi seperti sosok seorang guru Soo Jin, yang memperjuangkan hak mencintai dan menyanyangi anak, yang notabene bukan anak kandung nya sendiri. I salute you, seonsangnim :). Teringat  ungkapan kata cinta  hye na yang amat daku sukai untuk guru Soo jin yang bikin tumpah air mata, yakni “Saranghae Eomma” (aku cinta Ibu), lalu guru Soo Jin membalas dengan mata yang berkaca-kaca seolah tidak tahan menahan haru, “Eomma du neoleul saranghae” (Ibu cinta kamu juga). Oh oh hati ini langsung bergetar mendengar nya, sungguh seserdahana itu :’)


Drama call me mother memberikan kita banyak sekali pelajaran bahwasannya cintailah buah hati mu dengan penuh kasih sayang dan ketulusan. Sangat miris melihat fenomena dunia jaman sekarang yang masih banyak sekali ditemukan orang tua atau Ibu yang belum siap mental menjadi sosok seorang Ibu sejati. Penelantaran tindakan kasar yang kita berikan kepada sang anak baik kekerasan yang bersifat verbal mapun non verbal, itu semua dapat memberikan dampak kepada jiwa dan perilaku anak kedepan nya. Jadi hati-hati untuk para orang tua, jika kalian mengharapkan dan menginginkan anak menjadi cerdas, ceria, sehat, kreatif, serta berbudi luhur, maka kuncinya Cuma satu, sederhana saja, yaitu “Kasih Sayang”. Apapun bentuknya jangan lupa selipkan kasih sayang di dalamnya agar sang anak dapat merasakan hangatnya hati seorang Ibu. Untuk panduan mendidik anak penuh cinta dan kasih bisa liat disini misshyojie.blogspot.com/2017/06/review-buku-ibok-happy-little-soul.html?m=1


Pelajaran ini berlaku juga untuk daku yang merupakan calon Ibu agar suatu saat tidak pernah melupakan didikan dengan kasih sayang ^^. Setelah baca ulasan diatas, gimana pengen nonton dan penasaran dengan ceritanya? Cuss cap cuss langsung aja cekidoot nonton dan siapin tisu disamping anda karena dijamin tiap episode nya bikin banjir air mata. Pokoknya melodrama yang sangat rekomendasi deh dari Blokorea buat kalian para Blovers. Kata yang pas untuk keseluruhan ulasan dari drama ini, yakni “Tidak semua wanita utuh, pantas menjadi Ibu”. JJJ

No comments:

Post a Comment