2019, tahun dimana banyak sekali mendapatkan jutaan pelajaran kehidupan dari beberapa terjangan dahsyat kehidupan, hingga kedatangan cobaan yang sebesar ombak memberikan ku secarik pesan demi pesan yang mesti ku terima tanpa paksaan. Meski begitu lidah ini tak pernah kelu untuk selalu menghaturkan syukur atas keberhasilan diri dalam memberi dan menerima pada setiap jengkal cobaan yang Tuhan limpahkan.
Meski batu menghadang, meski tembok menahan, semangat juang
demi menakhlukkan cobaan yang penuh tekanan kiri kanan selalu saja diberi
kemudahan oleh Tuhan. Pada masa-masa perjuangan tak ayal setiap saat selalu ku
tumpahkan keluh kesah dari bibir tipis
merona ini. Lambat laun aku mengetahui bahwasannya terlalu banyak berkeluh
kesah tidak akan pernah bisa menuntaskan permasalahan yang terbentang. Karena
sesungguhnya manusia adalah tempat untuk ketidakpuasan, sampai timbunan
keinginan menjadi timbunan kebutuhan, selalu saja ingin mendapatkan sesuatu yang
lebih dan lebih lagi, terus dan terus. Itulah sosok diriku dulu yang sempat
melupakan rasa syukur atas milyaran kenikmatan yang sudah Tuhan anugrahkan.
Sedetik setelah usai merasakan kepahitan racun yang ditebarkan
melalui setetes darah nadi, terselip secercah
kebahagiaan yang menawarkan bias diantara temaram sepi dibagi bersama
jiwa-jiwa berperasaan. Beribu pesan ku terima dari peristiwa yang telah
mengajarkan ku untuk merasakan kebahagiaan sampai akhir menuju impian masa
depan. Impian hidup ku sebenarnya tidaklah muluk-muluk, sederhana saja, ingin
sekali rasanya aku bisa bermanfaat bagi semua orang, aku ingin membuat lapangan
pekerjaan sebanyak-banyaknya, aku ingin memberikan sedikit uluran tangan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Semoga saja di 2020 aku tak lalai
dalam mengelola impian yang menjadi
tujuan hingga bahagia dan syukur benar-benar tercipta sempurna.

No comments:
Post a Comment